Kuala Lumpur, 10 Oktober 2024 – Dr. (C) Abdul Wahid Mongkito, seorang akademisi dan Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Kendari, berkesempatan memaparkan perbandingan zakat antara Indonesia dan Malaysia dalam forum akademik yang berlangsung di Universiti Islam Melaka (UNIMEL) dan Kuala Lumpur Metropolitan University College (KLMUC).
Forum ini dihadiri oleh akademisi dan mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk memperdalam pemahaman tentang pengelolaan zakat di kedua negara. Dr. (C) Abdul Wahid Mongkito menjelaskan bahwa meskipun Indonesia dan Malaysia memiliki kesamaan budaya Islam yang kuat, terdapat perbedaan signifikan dalam regulasi, tata kelola, dan strategi penghimpunan zakat.
Perbedaan Tata Kelola Zakat Indonesia dan Malaysia
Dalam presentasinya, Dr. (C) Abdul Wahid menyoroti bahwa:
- Regulasi: Di Malaysia, zakat dikelola langsung oleh pemerintah melalui Majlis Agama Islam Negeri (MAIN), sedangkan di Indonesia, zakat dikelola oleh lembaga amil zakat (LAZ) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
- Pendekatan Teknologi: Malaysia lebih maju dalam integrasi teknologi untuk pembayaran zakat melalui aplikasi dan portal resmi. Sementara itu, Indonesia terus mengembangkan platform digital untuk memperluas cakupan zakat.
- Kesadaran Masyarakat: Kesadaran masyarakat Malaysia dalam membayar zakat lebih tinggi karena regulasi yang mengaitkan pembayaran zakat dengan sistem pajak.
Tujuan Forum Akademik
Forum ini bertujuan untuk membuka wawasan tentang praktik terbaik dalam pengelolaan zakat di kedua negara, sekaligus menjajaki peluang kolaborasi akademik antara institusi di Indonesia dan Malaysia.
“Perbandingan ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk mengoptimalkan peran zakat dalam pembangunan ekonomi umat,” ujar Dr. (C) Abdul Wahid Mongkito.
Kolaborasi Internasional
Kehadiran Dr. (C) Abdul Wahid di UNIMEL dan KLMUC juga mencerminkan komitmen IAIN Kendari dalam memperluas jaringan internasional. Kolaborasi ini diharapkan membuka jalan bagi penelitian dan program pertukaran mahasiswa di bidang ekonomi Islam, termasuk zakat dan wakaf.
Dukungan FEBI IAIN Kendari
Dekan FEBI IAIN Kendari, Dr. KH Muhammad Hadi, M.HI, memberikan apresiasi atas partisipasi Dr. (C) Abdul Wahid Mongkito di forum ini. “Kami bangga dengan langkah-langkah yang diambil oleh Wakil Dekan I FEBI untuk memperkenalkan FEBI IAIN Kendari di kancah internasional,” ujarnya.




